Rematik? Siapa Saja Bisa Terkena Rematik

Rematik? Siapa Saja Bisa Terkena Rematik

Cara Mengobati Rematik Secara Alami

Rematik merupakan penyakit yang menyerang sendi dan struktur di sekitarnya. Rematik dapat menyerang bagian kepala sampai kaki. Rematik juga biasa disebut dengan nama rheumatid arthritis (RA). Penyakit ini bisa diatasi menggunakan obat rematik yang biasa diberikan dokter merupakan analgesik untuk menghilangkan rasa nyeri.
Faktor pencetus QR biasanya karena ada penyakit lain atau keadaan tertentu. Sementara jenis penyakit rematik lain yang banyak diderita masyarakat Indonesia merupakan arthitis reumatoid (AR). Penyakit ini sering sekali menyerang kelompok usia 20-50 tahun. Gejala rematik yang umum ditentukan yaitu sendi kaku ketika bangun tidur dan penderita sulit bergerak.
Penyebab rematik pada orang yang berusia produktif umumnya diakibatkan oleh peradangan. Peradangan ini dapat karena asam urat ini banyak dijumpai pada orang berusia produktif umumnya diakibatkan oleh peradangan. Peradangan ini bisa disebabkan karena asam urat atau sebab-sebab lain. Penyebab rematik karena asam urat ini banyak dijumpai pada pria berusia 30-an serta 40-an tahun.

Secara umum ada beberapa gejala rematik, yaitu pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan ataupun di bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon. Gejala rematik memang cukup luas. Rematik di awal cenderung mempengaruhi sendi kecil Anda terlebih dahulu terutama sendi yang menempelkan jari ke tangan dan jari-jari kaki ke kaki Anda.
Ketika penyakit berkembang, gejala rematik sering menyebar ke pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul serta bahu. Di beberapa kasus, gejala rematik seringkali terjadi pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh.
Sekitar 40 persen orang yang menderita rematik pun tidak mengalami tanda serta gejala rematik yang tidak melibatkan sendi. Rematik dapat mempengaruhi banyak struktur lainnya, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, ginjal, kalenjar ludah, jaringan syaraf, sumsum tulang dan pembuluh darah.

Bagaimana cara mengobati Rematik?

Bagaimana cara mengobati Rematik? Rematik bisa diobati dengan obat rematik, yang diberikan dokter pada pasien penyakit rematik yaitu golongan analgesik, yang hanya menekan prostaglandin, penyebab timbulnya peradangan. Obat ini memiliki efek samping yang kecil pada lambung dan ginjal. Obat ini tergolong dalam kortikosteroid, yang mengatasi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi karena radang pada rematik berkurang. Bentuk obat ini dapat berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya, obat ini mempunyai efek samping seperti pembengkakan, nafsu makan bertambah, berat badan naik, serta emosi yang labil.
Selain dengan obat-obatan, guna mengurangi rasa nyeri juga dapat dilakukan tanpa obat, misal dengan kompres es. Cara ini dapat menurunkan ambang nyeri dan mengurangi fungsi enzim. Lalu, banyak jenis sayuran yang dapat dikonsumsi penderita rematik, misalnya seledri, kubis atau wortel yang dapat mengurangi gejala rematik. Beberapa obat jenis herbal dapat membantu melawan nyeri rematik, contohnya jahe, kunyit, biji seledri, daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi atau minyal juniper yang dapat menghilangkan bengkak pada sendi. Penyakit ini juga dapat diatasi dengan tanaman brotowali yang dipercaya dapat mengobati rematik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel